CERPEN BUATKU SENDIRI

Profil Pengarang :
Nama : Lilis S.
Umur : 16 Thn
SMA NEGERI 1 PESANGGARAN Alumni SDN 4 Silliragung
Thank to :
? Tuhan YME.
? Pak Bambang selaku guru bahasa indonesia Quwh iank ngijin Quwh memuat cerpen ini.
? Buat om Nano iank udah bantuin Quwh and mensuport Quwh.
? Buat Mamah and temen-temen di Humz iank udah nemenin Quwh.
? Buat anag-anag GOTHIC COMMUNITY iank udah dukung Quwh….Quwh saiank kalian selaluwh selamanya….

? Buat Yoland, sory nama kmuwh Quwh pinjem bentar.
? Buat semua anag SMANGGAR iank udah nyempetin waktu buat baca cerpen Quwh iank gag karuand ini…..

BUAT KU SENDIRI

Kley berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya. Selain untuk menghindari Mbok Nah, pembantu yang sudah mengabdi pada keluarganya. Juga karena ada sesuatu yang harus dia lakukan, dan demi melakukan hal itu Kley harus bolos sekolah. Ini bukan pertama kalinya dia bolos sekolah, bahkan hobi barunya itu membuat Kley merelakan barang-barang berharganya untuk ditukar dengan beberapa gram barang yang habis sekali pakai. Dan hari ini Kley menggadaikan handphonnya demi membeli barang itu.
Kley segera mengunci kamarnya setelah berhasil masuk tanpa diketahui siapapun. Dia duduk bersila di atas ranjangnya dan mengeluarkan dua bungkus kecil serbuk berwarna putih dari saku jaketnya. Kley lalu melepas jaket hitamnya. Dan terlihat ditangannya bekas sayatan pisau, memang tidak banyak namun dapat dipastikan Kley kecanduan dengan barang itu.
Baru empat bulan Kley menjalani hobi barunya itu. Namun barang itu sudah merubah Kley. Kley adalah gadis tomboy yang suka bergaul dengan cowok, dia gadis yang pandai. Bukan hanya dalam bergaul tapi juga dalam pelajaran. Namun Kley berubah total sejak mengetahui ibunya menikah dengan seorang Direktur sebuah perusahaan rokok. Dan ayah barunnya itu mempunyai seorang anak laki-laki. Namanya Valen. Kley tahu bahwa ibunya sangat menginginkan anak laki-laki, tentu dia merasa dinomer duakan. Sejak saat itulah Kley menjadi sosok yang menakutkan untuk didekati. Dia menjadi pendiam tapi suka marah-marah. Juga sering kali bikin onar. Dan akhirnya mengenal barang haram itu.
Kley memang dapat lepas bebas dan dapat melupakan semua masalah yang ia hadapi setiap kali dia memakai barang itu. Namun, sekarang Kley tidak dapat lepas dari barang itu. Dia selalu merasa ketakutan dan gemetaran jika sehari saja tidak menggunakannya. Dia jadi sulit mengontrol dirinya sendiri. Sering tidur di kelas lemas dan pucat.
Kley hendak melangkahkan kakinya untuk mengambil dan menghisap yang ia sembunyikan didalam laci almarinya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar. Dada Kley berdebar kencang, bahkan debaranya melebihi ketika sedang sakaw. Kley langsung melemparkan serbuk putihnya kedalam tas sekolahnya. Pintu itu kembali diketuk dan kali ini disertai sebuah suara. Suara laki-laki.
Kley tak bergeming dari ranjangnya, barulah setelah suara itu memanggilnya lagi, Kley beranjak membuka pintu. Seorang cowok tinggi dan atletis memakai seragam putih abu-abu sedang berdiri didepannya. Kedua tangannya memegangi selempangan tas punggungnya. Rambut hitamnya ditata rapi mirip potongan rambut Eza Gionino. Siapapun yang melihatnya pasti akan terhipnotis oleh ketampanannya. Sayang dia cowok yang super cuek dan super angkuh, tapi itu malah membuat cewek-cewek semakin penasaran padanya. Di dada sebelah kanannya terdapat brigde yang menuliskan namanya “Valen Herdian Hexananta”. Nama yang pas untuk cowok sekeren dia. Namun dimata Kley cowok itu sangat menyebalkan, baginya Valen adalah parasit yang menghancurkan hidupnya. Kley mencibir lalu berkacak pinggang.
“Ada apa?” Tanya Kley ketus.
“Kepala Sekolah tadi memanggilku, katanya kamu bolos lagi” katanya singkat, Kley mengangkat alis kanannya.

“Terus..?” ucap Kley sinis.
“Padahal tadi pagi aku lihat kamu berangkat sekolah, terus aku izin pulang untuk nemuin kamu” ucap Valen lagi.
Kley menyadarkan punggungnya pada pintu lalu melipat tangannya di dada. Sejenak Kley menatap tajam mata Valen. Mata itu indah.
“Aku juga lihat kamu jual HP mu !Buat apa, kamu butuh uang..?” Kley terkejut, darahnya tiba-tiba berdesir cepat.

“Kley, Kepala Sekolah juga bilang uang sekolah kamu nunggak 3 bulan, padahal selama ini mama sudah ngasih uang kan? Terus uangnya kamu kemanain?”
“Halaaah….Bukan urusan kamu!? Urus saja hidup kamu biar nggak jadi parasit dimana-mana!?”bentak Kley lalu menutup pintu dan menguncinya.
Valen tetap menggedor-gedor pintu. Kley tak peduli, ia menyalakan VCD Playernya keras-keras. Lalu mengambil alat penghisapnya, dan mulai nyabu!?
___Lye@9oThIc CoMmUnItY___
Kley terbangun. Dia baru saja mimpi indah. VCD Playernya sudah mati. Disampingnya berserakan bungkus rokok. Dia melangkah menuju kamar mandi, lalu mencuci mukanya. Dipandangi wajah di depannya itu. Bawah matanya cekung dan kehitam-hitaman, rambutnya basah dan acak-acakan, bibirnya pucatdan pecah-pecah. Kley tampak kurus dan jelek!?

Kley kembali ke ranjangnya, lalu menyalakan rokok dan menghisapnya dalam-dalam. Kley merasa bosan juga di kamar seharian. Dia beranjak keluar setelah membuang rokoknya yang masih setengah itu.

Kley terperanjat ketika melihat Valen masih berdiri di depan pintu kamarnya. Tapi dia tak peduli, malah brrjalan menjauh dari Valen. Langkahnya yang sempoyongan nyaris membuatnya terjatuh, untung tangan Valen dengan sigap memegang tangan Kley. Kley enggan bersuara, tapi dia berusaha berontak agar tangannya bisa lepas dari genggaman Valen.

“Kley, tatap aku!?” perintah Valen

Kley mulai naik darah, tanpa pikir panjang tangannya yang tak dipegang Valen menampar pipi Valen. Genggaman itu lepas, pipi Valen memerah.

“Belum puas kamu ngancurin hidupku!? Ngerebut kebahagiaanku!?” teriak Kley. Dia mengusap hidungnya yang terasa tersumbat sesuatu.

“Ambil semua milikku!? AMBIL…..!? Aku nggak butuh!? Tapi satu, jangan pernah ganggu hidupku lagi, karena sekarang aku sudah nemuin hidup yang bener-bener hidup!? Ngerti….!?” Lanjut Kley sambil tersenyum sinis. Valen dapat melihat keanehan pada diri Kley, Kley seperti orang mabuk.

“Kley, kasian mama sama papa…”
“Sejak kapan aku punya ayah!?” potong Kley tanpa menatap Valen
“Kley….”

“Jangan ganggu aku…Denger kan….!?” Bentak Kley sambil berbalik kea rah Kley. Tangannya kini sedang memegang pisau yang ia ambil dari atas lemari es. Pisau itu kini berada tepat di depan hidung Valen. Perlahan Valen mengangkat tangannya.
“Kley, jangan bercanda….Turunkan pisau itu…!?” ucap Valen dengan suara bergetar
“Kamu pikir aku bercanda!? Kamu tau kan, aku nggak suka bercanda…” Kley tertawa, lalu menepuk pipi Valen.
“Valen…Valen…!? Kamu tuh goblok apa tolol sih….!? Kamu nggak nyadar, selama ini kamu udah buat aku sendiri, dan sekarang aku akan mengambil nyawamu sebagai ganti semua yang telah kamu rebut dariku……ucapkan selamat tinggal kakak tiriku sayang..!?” Kley tertawa. Tangannya mengarahkan pisau ke pipi Valen. Kemudian dengan reflek Valen menghindar dan pisau itu melukai pipinya. Pipi itu berdarah. Kley tertawa lebih keras, dia merasa puas telah membuat Valen merasa ketakutan. Dia meninggalkan Valen yang masih berdiri terpaku sambil memegangi pipinya.

___Lye@9oThIc CoMmUnItY___

Pagi itu Kley berpapasan dengan ibunya di meja makan. Wanita itu sedang duduk disamping Valen. Didepanya terdapat secangkir kopi dan Koran harian. Ibunya hanya menoleh sebentar ketika Kley muncul, lalu kembali mengurusi luka di pipi Valen.
“Bolos?”. Tanya ibunya sambil menempelkan hansaplast pada pipi Valen. Pertanyaan itu terkesan tidak meminta jawaban. Dada Kley terasa sakit mendengar pertanyaan ibunya itu.
“Kley sakit Ma? Mama nggak lihat wajahku pucat!?” jawab Kley pelan sambil menuang air ke dalam gelas.
“Maaf, tidak sadar!?” sahut ibunya tetap berkutat pada Valen. Kley mengigit bibir bawahnya hingga terasa sakit. Bagaimana bisa seorang ibu tidak menyadari anaknya yang sedang sakit.
“Mama mau berangkat lagi?” Tanya Kley berusaha melanjutkan percakapan yang terasa tidak menyenangkan itu. Bagaimanapun wanita itu adalah ibu kandungnya. Kley merasa rindu dengannya.
Dia mengamati wajah ibunya dengan teliti dan untuk pertama kalinya Kley sadar bahwa ibunya sekarang terlihat lebih tua dan terlihat lebih kurus dan tidak ada senyum lagi untuk Kley.
“Ya iyalah….Buat apa Mama memakai baju seperti ini kalau nggak mau pergi!?” jawab ibunya ketus tanpa memandang Kley. Kley merasa tertampar. Telinganya panas. Ia merasa dimusuhi ibunya sendiri, dadanya terasa sesak.
“Mama pernah nggak sih memikirkan perasaan Kley? Kley sebenarnya anak mama bukan sih?” ucap Kley emosi. Kali ini ibunya menatapnya, dia tertegun.
Kley tidak tahan, ia segera berabjak dari kursinya, tangannya menyenggol gelasnya hingga jatuh dan pecah. Tapi Kley tidak perduli, dia berlari meninggalkan ibunya dan Valen.
Kley membuka laci almarinya. Di dalamnya terdapat beberapa bungkus rokok, sebungkus pil berwarna kuning dan juga ada bubuk berwarna putih. Korek dan alat penghisap juga ada di dalamnya. Kley mengambil alat penghisap shabu di laci almarinnya. Saat benda itu telah ditangannya bukannya langsung nyabu tapi malah mematung. Karena alat penghisap shabunnya tergeletak di atas fotonya.
Foto itu diambilnya sekitar 7 bulan lalu. Saat Valen belum jadi kakak tirinnya, melainkan menjadi seseorang yang sangat berarti bagi Kley. 1 tahun lalu Valen adalah kekasih Kley. Bahkan saat ibunya menikah dengan Valen belum ada kata putus yang terucap dari mulut mereka berdua. Tapi Kley sangat terluka dengan pernikahan orang tuannya. Tapi berbeda dengan Valen, dia merasa bahagia menjadi bagian keluarga Kley. Sejak itulah Kley sangat kecewa pada Valen, dan Kley jarang ngobrol dengan Valen. Selain karena Kley takut Valen memutuskan hubungan mereka juga karena Kley masih marah pada Valen.
Valen sadar Kley sedang marah padannya, dia tahu Kley terluka dengan pernikahan orang tuannya yang dilaksanakan tanpa seizinnya. Tapi Valen tidak tahu harus berbuat apa,dia tidak mungkin melarang ayahnya. Karena Valen sadar dia terlalu banyak menyusahkan ayahnnya dan kali ini dia ingin melihat ayahnya bahagia. Dengan terpaksa dia menyetujui pernikahan itu. Meski harus menyakiti perasaannya sendiri dan juga Kley.
Mengingat itu tangan Kley bergetar. Dia ingin teriak sekerasnya, tapi tenagannya yang keluar tersalur ditangannya yang mengepal. Berkali-kali dia meninju tembok kamarnya. Tidak perduli kulit arinya terkelupas hingga berdarah. Tatapannya kini tertumpu pada bungkusan bubuk putih di dekatnya. Dia melepaskan kekesalannya dengan menghisap sabhu itu. Tapi hanya sekali saja Kley menghirup asapnya. Dia meraih fotonya bersama Valen, dan dibawahnya masih banyak foto-foto yang lain.
“Kamu yang bikin aku seperti ini” teriak Kley.
Dia benar-benar kesal dan tak tahu harus berbuat apa, alat penghisapnya dilempar hingga berserakan. Dia benci pada hidupnya!? Dia benci pada kenyataan!? Kley sadar, rasa sayangnya pada Valen masih ada di hatinnya seperti dulu. Valen adalah satu-satunya cowok yang bisa meluluhkan hatinya. Dia rindu pada Valen. Sangat rindu. Bahkan rindu itu membuat dadanya terasa sakit.
Kley memeluk lututnya, pandangannya tertumpu pada pecahan alat penghisap shabunya. Dia sudah tidak dapat menahan air matanya lagi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sesosok cowok bertubuh tegap dan tinggi masuk ke ruangan pengap dan gelap itu. Cowok itu menghampiri Kley yang duduk didekat almari. Cowok itu cemas. Dia memeluk Kley erat.
Yoland, nama cowok itu. Cowok yang dulu selalu ada saat Kley membutuhkannya. Ada setiap Kley sedang sedih. Cowok yang selalu perhatian pada Kley. Tapi tiba-tiba dia menghilang tepat dua bulan setelah Kley jadian dengan Valen. Bahkan Kley hampir melupakan cowok itu. Dan sekarang Yoland datang lagi tepat saat Kley membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.
“Maaf…..maafkan aku, Kley……aku sudah membiarkanmu terluka……. Selama ini aku jauh darimu…..!?” bisik Yoland sambil tetap memeluk Kley.
Yoland merasa bersalah, melihat Kley menutupi masalahnya. Pandangannya tertumpu pada foto yang tergeletak disamping Kley. Dia juga melihat bungkusan putih didekatnya. Dia tahu gadis itu sedang terluka. Yoland menyadari perubahan pada diri Kley. Gadis itu terlihat lebih kurus dan pucat. Yoland ingin menghiburnya. Dia rindu pada tawa Kley yang dulu.
Yoland menutup pintu kamar Kley dengan sangat hati-hati. Dia tidak mau membangunkan Kley. Gadis itu baru saja tertidur. Dia membawa motor sportnya ke halaman sekolah Valen, setelah berpamitan pada Mbok Nah. Yoland menatap jam tangannya. Jarum jam itu menunjukkan pukul 01.24, kurang 1 menit lagi bel pulang berbunyi. Dan benar saja, suasana yang tadi sepi kini berubah menjadi hangar binger. Siswa-siswa berhamburan dari dalam kelas, berlarian dan berebut ingin cepat-cepat keluar dari halaman sekolah.
Yoland melihat mobil Honda Jazz berwarna biru muda milik Valen keluar dari pintu gerbang, segera saja Yoland mengikuti mobil itu. Yoland menjajarinya dan meminta Valen untuk berhenti. Namun, saat itu mereka sedang berada di Jalan raya sehingga Valen tidak bisa parkir sembarangan. Yoland mengajak Valen ke sebuah padang ilalang. Valen butuh beberapa detik untuk menyadari bahwa itu adalah sahabatnya. Kemudian ia memeluk erat Yoland, tetapi Yoland hanya diam saja tanpa ekspresi.
“Apa kabar Yol..?” Tanya Valen.
Yoland diam saja.
“Yol.. loe kayak pacar gue aja pake bawa gue ke padang ilalang! Gatel tau!” kata Valen mencairkan suasana.
“Len, gue pernah minta loe untuk jagain Kley, apa loe udah ngelakuinnya?” ucap Yoland pelan namun membuat Valen tertunduk.
“Len, gue bicara sama loe!” bentak Yoland karena Valen tidak juga menjawab.
“Sory Len, gue…..gue…..!”
“Loe gak bisa jagain dia kan?” potong Yoland emosi.
“Loe tau apa ini?” ucap Yoland mengangkat bungkusan sabhu dan alat penghisapnya. Mata Valen membulat melihat benda-benda itu.
“Gue temuin ini di kamar Kley! Gue juga lihat Kley nangis sambiul megangin foto loe….APA ARTINYA, Len!” Bentak Yoland emosi.
“Gue kira loe sahabat gue yang baik, yang bisa jagain orang yang gue saying, tapi bisa-bisanya loe buat Kley kayak gini. Loe udah nyakitin cewek yang paling special! Loe udah ngecewain gue.!” Yoland mencoba meredam emosinya.
Valen terdiam, tatapanya kosong. Terlintas bayangan Kley yang berjalan sempoyongan, wajah Kley saat itu terlihat kurus dan pucat. Valen merasa sepertinya tulang-tulangnya rontok dan tak mampu lagi menopang tubuhnya. Dia terduduk lemas di tanah, tak satupun kata yang mampu keluar dari mulutnya. Dalam hatinya dia memaki dirinya sendiri. Dia yang menyebabkan Kley seperti itu. Valen merasa benci pada dirinya sendiri. Dia telah menyakiti gadis yang sangat dicintainya. Yoland melempar bungkusan shabu dan alat penghisapnya kedekat kaki Valen.
“Selama ini Kley selalu merasa nggak pantas buat loe, tapi ternyata loe yang gak pantas buat dia! AAHHH….” Teriak Yoland tinjunya mendarat di pohon dekat dia berdiri. Lalu meninggalkan Valen. Dia tak ingin perkelahian terjadi diantara mereka.

___Lye@9oThIc CoMmUnItY___

Valen berlari menuju kamar Kley, dia tidak menghiraukan panggilan ibunya. Pikiran Valen tertuju pada Kley. Dia membuka kamar yang tak terkunci itu. Kamar itu gelap dan pengap, serta bau shabu sangat menyengat. Valen mencari-cari Kley disetiap sudut kamarnya. Tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu, dilihatnya tubuh Kley yang tengkurap di lantai. Tubuh itu mengejang, matanya membeliak-beliak. Dari mulutnya keluar busa berwarna putih kekuningan. Wajah Valen tiba-tiba pucat. Dia merasa sesuatu menimpanya. Valen segera membopong tubuh lemas itu keluar dan melarikannya ke rumah sakit.
“Tuhan….selamatkan nyawa Kley aku mohon dengan sangat Tuhan! Jika sampai terjadi apa-apa pada Kley aku tak akan memaafkan diriku sendiri…..” bisik Valen sambil memandangi Kley.

___Lye@9oThIc CoMmUnItY___

Kley mengalami over dosis. Sudah tiga hari dia tak sadarkan diri. Valen tak pernah berhenti berdoa meminta kesembuhan Kley namun kondisi Kley tetap tak berubah. Dia tetap terpejam. Namun Valen tahu walaupun Kley terpejam dia mendengar apa yang dikatakan Valen. Melihat kondisi Kley, Valen menjadi cowok yang super cengeng.
“Kley…..aku mohon dengan sangat bukalah matamu…..jangan buat aku semakin tidak sanggup menjalani kenyataan ini…..” ucap Valen lirih.
Tangannya menggenggam tangan kanan Kley yang tidak diinfus. Valen menyandarkan kepalanya di ranjang tempat Kley berbaring.
“Maafkan aku, Kley….ini semua salahku, aku tidak bisa jaga janji kita…..tapi izinkan aku melihat senyummu lagi….!? Aku nggak akan bisa maafin diriku sendiri kalau sampai terjadi apa-apa denganmu…..aku mohon Kley….!”
Kali ini Valen benar-benar tidak dapat menahan air matanya. Dua butir air bening itu menetes ditangan Kley. Mata Kley masih terpejam, tapi sebutir air matanya membentuk sungai di pipi mulusnya. Bibir gadis itu menyebutkan nama Valen, namun sangat lirih sehinga Valen tak mampu mendengarnya. Jemarinya bergerak. Valen tersentak, dipandanginya wajah pucat itu, tetap terpejam. Tapi dia menyadari mata Kley yang meneteskan air mata.
Valen segera berlari memanggil dokter yang sedang bertugas, ibunya mengikuti Valen masuk. Perasaan takut menyelimutinya. Dokter memeriksa tubuh Kley, semua normal. Valen kecewa, dia kembali duduk sambil memandangi Wajah Kley.
“Kley….kali ini saja….aku ingin melihatmu membuka matamu….” Suara Valen bergetar. Kembali bibir Kley mengucapkan nama Valen. Valen mendekatkan kepalanya.
“Kley….ini aku, Valen…aku janji nggak akan ninggalin kamu….Kley aku disini, buka matamu Kley….” Ucap Valen senang melihat perubahan pada diri Kley
Tangan Valen masih menggenggam jemari Kley, jemari itu mulai bergerak. Seperti baru mendapatkan piala emas, Valen mengembangkan senyumnya tapi matanya masih sembab. Mata Kley tiba-tiba terbuka perlahan. Valen semakin mengembangkan senyumnya.
“Ma….Pa….!? Kley sadar…..Mama….!?” teriak Valen senang
Pandangan Kley masih kosong. Tapi beberapa detik kemudian mata itu menatap Valen yang sedang tersenyum. Wanita yang di samping Valen langsung berhambur memeluk Kley. Kley tersenyum bahagia, dia rindu pelukan ibunya.
“Maafin Mama ya sayang….Selama ini mama nggak pernah peduli dengan perasaan kamu, Mama….”
“Nggak, Ma….!? Kley yang salah, Kley sudah buat mama khawatir…!? Kley…. Kley….sayang sama Mama!?” potong Kley
“ Maafin aku juga ya Kley… aku nggak bisa….”
“Kamu juga nggak salah kok, Len!? Aku yang nggak bisa ngertiin kondisi…!? Pokoknya Kley janji Kley nggak akan buat Mama, Papa, dan….. Kakak…. Sedih lagi….!?” Ucap Kley berat tapi senyumnya menghiasi wajahnya. Dia bahagia melihat orang-orangyang disayanginya mengkhawatirkannya.
Kata-kata Kley tadi membuat Yoland yang sedari tadi berdiri di pintu menyadari sesuatu. Dia baru saja menyadari bahwa mereka adalah sebuah keluarga. Dan dia sekarang tau alasan Kley menjadi pecandu.
Valen menyadari kehadiran Yoland, dia menghampiri sahabatnya itu. Tapi Yoland menariknya keluar. Dia butuh kepastian dari Valen mengenai hal yang dilihatnya tadi.
“Ya…gitu deh Yol!? Jadi sekarang gue nggak bisa jagain Kley kayak dulu lagi…!? Ucap Valen setelah dia selesai menceritakan semuanya pada Yoland.
“Yol, dulu loe pernah minta gue buat jagain Kley kan, dan sekarang loe tau gue nggak bisa jagain dia kayak dulu….loe mau kan jagain dia buat gue…..” ucap Valen sangat berharap.
“Ta…..Tapi, Len….!?”
“Nggak ada tapi-tapian, pokoknya harus!? Eh….tapi ntar kalau loe jadian beneran sama Kley, loe harus manggil gue kakak, oke….!?”
“Yach….Enak aja loe!? Nggak bisa…Nggak bisa….!?” kedua sahabat itu terlihat bahagia.

___Lye@9oThIc CoMmUnItY___

“Cinta itu membahagiakan bukan malah menyakiti, kalau kamu kayak gitu berarti kamu sudah menyakiti diri kamu sendiri.” Kata Thata sahabatnya.
Kley sudah boleh pulang dua hari yang lalu, dan hari ini sahabat-sahabatnya menjenguknya di rumah. Kley menatap wajah sahabatnya satu-persatu, dia menemukan sinar teduh dalam mata sahabat-sahabatnya itu.
“Kalau kamu menyayangi seseorang kamu nggak harus memiliki dia untuk menjadi bahagia, walaupun kalian berpisah, kamu pasti bahagia kalau melihat dia bahagia. Tapi kulihat caramu menjadi bahagia itu salah karena kamu sudah menyakiti diri kamu sendiri!” lanjut Thata.
Kley terpaku mendengar ucapan sahabatnya itu. Kata-katanya bukan hanya masuk akal tapi juga menyadarkan Kley.
“Kley, kita tu sahabat kamu bukan sich…?” Tanya Rey datar dan terkesan menuntut. Kley terperanjat.
“Iya dong, kita kan sahabat baik!” jawab Kley sambil nyengir.
“Tapi menurut kita kamu nggak nganggep kita sahabat baik! Kenapa kamu nggak cerita? Kita khawatir sama kamu, kita tahu kamu punya masalah sampai kamu menjauh dari kita!?” tuntut Rey lagi.
“Maafin aku……tapi sekarang aku sudah nggak apa-apa kan..!” Kley menghela nafas.
“Pokoknya jangan diulangi lagi, kita khawatir sama kamu! Jangan buat kita takut lagi!” ucap Cheil.
Lalu keempat sahabat itu berhambur memeluk Kley. Kley merasa bersalah telah menyembunyikan masalahnya dari sahabat-sahabat baiknya. Dia merasa benar-benar bodoh. Bisa-bisanya dia menyembunyikan semuanya dari sahabat baiknya bahkan dia berfikir tidak ada yang perduli padanya, padahal di sini selalu ada orang-orang yang menyayanginya.
“Heeeeeemmm……tapi ngomong-ngomong Yoland so sweat banget yach dia perhatian banget sama kamu, jadi pingin punya cowok kayak gitu deh!?” ucap Vye.
“Yee..bilang aja kamu minta dicomblangin!?” ucap Thata.
“Enggak kok, Yoland kan sukanya sama Kley jadi nggak mungkin dong aku suka sama dia!?” elak Vye.
“Tapi beneran kok Kley, Yoland tu kayaknya suka sama kamu, buktinya dia perhatian banget sama kamu, lagian kalian cocok kok…!?” sahut Rey.
“Kalian nie apa sih nggak penting banget…!?” ucap Kley.
Tiba-tiba handphone Kley berbunyi. Tangan Kley hendak meraihnya, namun kalah cepat dengan Thata, dan beberapa detik kemudian Thata tertawa renyah lalu membacakan sms yang baru saja masuk ke kotak inbox Kley.
“Kley….entar malem aku jemput jam 7 yah….aku mau ngajak kamu makan di luar, aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu. Penting! Dari Yoland….Cieeeee….! yang mau ngedate…..!?” ucap Thata dengan logat centilnya.
Telinga Kley terasa panas mendengar kata-kata Thata. Tapi di dalam hatinya dia tersenyum bahagia. Pipi Kley memerah membuat teman-temannya semakin gemes melihatnya dan berhambur memeluk Kley.

___Lye@9oThIc CoMmUnItY___
___sekian__
Cinta tidak pernah meminta
Ia senantiasa memberi…..
Cinta membawa penderitaan
Tapi tak pernah mendendam dan tak pernah
membalas dendam….
Cinta tidak mengajarkan kita lemah
Tetapi membangkitkan kekuatan…
Cinta bukan mengajarkan kita menghina
Tapi menghembuskan kegagahan
Cinta bukan melemahkan semangat
Tapi membangkitkan semangat
Dan cinta akan rela melakukan apapun
Demi melihat orang yang dicintainya bahagia
Meskipun hal itu akan menyakiti hatinya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: