Seribu Personel Amankan Demo PGRI

BANYUWANGI– Rencana aksi demo besar-besaran anggota Persatuan Guru Republik (PGRI) hari ini (4/11), mendapat respons serius dari aparat kepolisian. Polres Banyuwangi telah menyiapkan sekitar seribu personel polisi untuk mengamankan jalannya aksi.
Walau belum serah terima jabatan, Kapolres Banyuwangi yang baru, AKBP Slamet Hadi Supraptoyo sudah tiba di Kota Gandrung kemarin (3/11). Dia memimpin rapat persiapan pengamanan demo tersebut dengan pejabat Polwil Besuki, jajaran kasat dan kapolsek di ruang eksekutif Mapolres Banyuwangi.
Setelah rapat dengan jajarannya, mantan Kapolres Nganjuk itu melakukan koordinasi dengan pimpinan DPRD. Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto bersama dua wakilnya H Adil Ahmadiyono dan HM Joni Subagio menggelar rapat tertutup di ruang kerja Kapolres.
Usai rapat, Hermanto mengaku kalau kedatangannya di Mapolres untuk koordinasi pengamanan aksi demo PGRI. Pihaknya memberikan masukan dan sarannya kepada aparat kepolisian terkait dengan pengamanan aksi demo tersebut.
Salah satu yang disampaikan pimpinan wakil rakyat itu adalah kesiapan untuk menampung peserta aksi demo di gedung DPRD. Kantor DPRD itu adalah merupakan rumah rakyat. Karena itu, pihaknya membuka diri kepada semua peserta aksi demo untuk masuk ke gedung DPRD. “Ada beberapa fasilitas yang bisa digunakan di kantor DPRD, untuk sekadar salat dan buang air kecil,” ujar Hermanto usai rapat di Mapolres kemarin.
Kabag Ops Polres Banyuwangi, AKP Kholilurrahman mengatakan, skema pengamanan aksi demo kali ini sama seperti pengamanan aksi demo PGRI sebelumnya. Peserta aksi demo akan dikonsentrasikan di lapangan sebelah barat stadion Diponegoro. Semua kendaraan peserta aksi akan dikumpulkan di lapangan tersebut.
Dari lapangan barat stadion Diponegoro itu, ribuan massa PGRI itu akan melakukan longmarch menuju lokasi kantor Pemkab. Selama longmarch, ribuan guru itu akan mendapat pengamanan ketat dari personel kepolisian.
Beberapa ruas jalan menuju kantor pemkab akan ditutup untuk sementara. Untuk dari arah selatan, penutupan jalan akan dilakukan di ujung Jalan Adi Sucipto. Dari arah selatan, jalan akan ditutup di depan SMPN 1 Banyuwangi. Sementara untuk arah arah timur, penutupan jalan akan dilakukan di lampu merah Kertosari, depan kantor Bank BNI. Beberapa ruas jalan itu akan dibuka kembali, setelah aksi demo usai.
Untuk mengamankan aksi demo itu, Polres meminta bantuan personel pengamanan dari Polda Jawa Timur, Polwil Besuki, Pasukan Brimob dan tiga Polres tetangga. Polres yang dimintai bantuan adalah Polres Jember, Situbondo dan Bondowoso. “Kami juga mendatangkan satu unit water canon dari Polda Jatim dan satu SSK Brimob,” jelas Kholilurrahman.
Alat penghalau massa itu sudah siap di Mapolres Banyuwangi kemarin. Pagi ini, peralatan canggih tersebut akan digeser ke halaman Pemkab Banyuwangi sebagai pusat aksi demo.
Sementara itu, Ketua PGRI Husin Matamin mengatakan, keputusan untuk aksi turun jalan sudah final. Apa pun hasil negosiasi Pemprov Jatim, PGRI memutuskan untuk melakukan aksi turun jalan.
Husin menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengamankan jalannya aksi. Selain akan diikuti anggota PGRI Banyuwangi, aksi demo juga akan dihadiri anggota PGRI dari beberapa kabupaten/kota di Jatim. Hingga kemarin malam, kata Husin, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, hanya perwakilan tiga daerah yang tidak bisa datang. Sedangkan 35 kabupaten/kota lainnya sudah menyatakan siap memberikan solidaritas.
Setiap kabupaten/kota akan mengirimkan dua hingga empat bus berisi anggota PGRI. Sedangkan untuk PGRI dari kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, dan Situbondo, akan mengirimkan lebih dari itu. “Nanti malam, mereka akan berangkat bersama untuk memberikan solidaritas terhadap PGRI Banyuwangi,” ujar Husin.
Berapa jumlah aksi demo? Husin menyebutkan, peserta aksi akan lebih banyak dari aksi demo sebelumnya. Aksi hari ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 20 ribu anggota PGRI Banyuwangi dan perwakilan Jatim. “Selama ini, aspirasi kami tidak didengarkan oleh bupati. Kalau aksi ini juga tidak diperhatikan, kami terpaksa melakukan aksi mogok mengajar,” ancam Husin. (afi/bay)
Kenapa Sih BUPATI Tidak pernah mau menemui dan menanggapi aspirasi para Guru
Dikutip Dari Radar Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: