MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARAWOLA MELALUI PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF DENGAN MENGGU

ABSTRAK

Asda Lisdawatii. 2008. Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola Melalui Pendekatan Konflik Kognitif dengan Menggunakan Peta Konsep. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan PMIPA FKIP Universitas Tadulako. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Kendek, M.Pd (II) Hosiana, M.D. Labania, S.Si, M.Si

Kata Kunci : Pendekatan konflik kognitif, peta konsep dan hasil belajar fisika

Pada SMP Negeri 2 Marawola diterapkan pembelajaran yang umumnya di dominasi oleh guru. Sehingga siswa belum memahami konsep dan tidak dapat menyerap materi yang diajarkan oleh guru sebelumnya serta kurangnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika dan menganggap bahwa fisika merupakan pelajaran yang sangat sulit. Hal demikian menjadi kendala bagi proses belajar mengajar selanjutnya. Dengan adanya konflik kognitif siswa dihadapkan dengan permasalahan yang membuat siswa mengalami keadaan mental dimana percaya pada konsep awal secara penuh yang kemudian digoyah konsep yang baru. Dari suasana konflik tersebut guru berusaha memasukan konsep-konsep fisika yang sesungguhnya. Sedangkan untuk menunjang teknik konflik kognitif ini siswa diajar membuat suatu peta konsep yang berguna sebagai petunjuk dalam mempelajari materi yang diajarkan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil dari pelaksanaan tindakan menunjukkan bahwa pendekatan konflik kognitif menggunakan peta konsep baik digunakan dalam pembelajaran fisika. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran siklus I dan II yang berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan indikator kinerja keberhasilan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan konflik kognitif menggunakanpeta konsep dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Marawola.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang`
Berbagai macam usaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Diantaranya adanya penyesuaian kurikulumdari Tahun 1975 disempurnakan menjadi Kurikulum 1984 disempurnakan menjadi Kurikulum 1994 dan seterusnya, Dan awal tahun 2006 terjadi lagi perubahan kurikulumdari kurikulum 2004 menjadi kurikulum 2006. Perkembangan selanjutnya Kurikulum 2006 dinamakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dimana kurikulum ini merupakan hasil modifikasi atau penyesuaiandari kurikulum 2004.
Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) implikasi proses pembelajaran yang ditekankan adalah pencapaian kompetensi. Guru melaksanakan pembelajaran dengan mengacu pada pencapaian kompetensi, bukan lagi menekankan pada selesainya pokok bahasan yang diajarkan. Hal ini membutuhkan profesionalisme guru dalam mengelolah suatu pembelajaran. Jika guru mampu mengelola, mengatur, serta merencanakan pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan efesien sehingga dapat mengembangkan motivasi, minat dan kreatifitas siswa dalam belajar. Disamping ituguru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif, dan efesien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Inilahyang merupakan tujuan pembelajaran dalam KTSP yaitu bagaimana membelajarkan siswa untuk belajar.
Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang guru harus mengenal sifat-sifat yang khas pada setiap metode mengajar, hal itu sangat perlu untuk penguasaan setiap metode mengajar, agar ia mampu mengetahui, memahami dan terampil menggunakannya, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Disamping itu, perlu adanya pengelolaan belajar yang baik dan efektif. Karena pengelolaan belajar dan kondisi belajar seseorang mempengaruhi proses membangun pengetahuan dan minat belajar di dalam struktur kognitif pembelajar. Kondisi belajar berkaitan dengan materi topik yang dipelajari, dan pengelolaan belajar berkaitan dengan cara membangun minat dan pengetahuan belajar siswa. Pembangunan minat belajar dalam struktur kognitif siswa, baik secara superordinat maupun secara subordinat, membentuk suatupeta konsep dengan hirarki konsep dan hubungan antara konsep secara bermakna (Amiruddin, 2000) bergantung pada kesiapan dan kemampuan seseorang untuk membangunnya. Salah satu bentuk untuk membangun minat belajar siswa adalah dengan menggunakan metode belajar ataupun pendekatan pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran ataupun pendekatan pembelajaran dapat mengoptimalkanproses pembelajaran dengan maksud untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa, serta hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan proses pembelajaran tersebut, maka guru dapat menggunakan metode pembelajaran pendekatan konflik kognitif. Pada pendekatan ini guru dapat mengerjakan apa yang telah diketahui dalam bentuk yang lebih sederhana dan dapat mengetahui sampai di mana tingkat pemahamn siswa terhadap konsep yang diberikan. Dalam rangka meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kiranya perlu disempurnakan proses belajar mengajar, terutama pembelajaran fisika yang mempunyai kaitan langsung dengan perkembangan IPTEK. Akan tetapi, kenyataan sekarang ini ditemui sebagian besar siswa belum berhasil memahami konsep-konsep fisika maupun aplikasi konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan penguasaan ilmu fisika khususnya di SMP Negeri 2 Marawola belum optimal.
Bergulirnya konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan sebuah alternatif baru dalam mengembangkan kreativitas sekolah dan kemandirian paraguru dalam merancang strategi pembelajaran dan melaksanakan program pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru di sekolah SMP 2 Marawola, mengatakan bahwa konsep KTSP telah diterapkan di sekolah ini. Guru sebagai fasilitator harus menerapkan konsep KTSP tersebut di kelas sehingga dapat menyesuaikan konsep-konsep materi yang ada dengan media-media pembelajaran serta sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah tersebut. Tetapi dalam pelaksanaannya, guru masih menemukan kesulitan dan kendala dalam penerapan konsep KTSP tersebut, karena belum mendukungnya secara baik pelaksanaan pembelajaranyang menggunakan pendekatan konflik kognitif.
Tabel 1.1 menunjukkan perolehan nilai rata-rata semester II mata pelajaran fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola tahun ajaran 2006/2007.

No Kelas Nilai Rata-Rata
1 VIII A 6,72
2 VIII B 6,74
3 VIII C 6,75
Sumber SMP Negeri 2 Marawola

Berdasarkan Tabel 1.1 menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola masih rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola adalah siswa belum memahami konsep dan tidak dapat menyerap materi yang diajarkan oleh guru sebelumnya serta kurangnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika yang menganggap bahwa fisika merupakan pelajaran yang sangat sulit. Hal demikian dapat saja menjadi kendala bagi proses belajar mengajar selanjutnya. Dengan adanya konflik kognitif siswa mengalami keadaan mental dimana percaya pada konsep awal secara penuhyang kemudian digoyah konsep yang baru sehingga dalam konflik kognitif ini dapat ditunjukkan peristiwa yang bertentangan dengan pra konsepsi siswa. Dari suasana konflik tersebut guru berusaha memasukan konsep-konsep fisika yang sesungguhnya. Sedangkan untuk menunjang teknik konflik kognitif ini siswa diajar membuat suatu peta konsep yang berguna sebagai petunjuk dalam mempelajari materi yang diajarkan. Karena peta konsep adalah rangkaian-rangkaian dari konsep dalam bentuk preposisi-preposisi untuk membantu siswa dan guru dalam meningkatkan pemahaman dari suatu konsep, hingga pembelajaran lebih bermakna.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis mencoba melakukan suatu penelitian menerapkan pendekatan konflik kognitif dengan menggunakanpeta konsep sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : ”Apakah melalui pendekatan konflik kognitif dengan menggunakan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola?”.
1.3 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah ”meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marawola melalui pendekatan konflik kognitif dengan menggunakan peta konsep”.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1. Dapat memberikan manfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
2. Sebagai informasi bagi sekolah, khususnya bagi guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran.
3. Bagi guru dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang akan digunakan
4. Bagi siswa, membantu siswa untuk dapat membangun pengetahuannya sehingga dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajarnya.
5. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti yang relevan di kemudian hari.
6. Bagi peneliti, penelitian ini dianggap sebagai pengalaman baru yang mengajarkan peneliti dalam hal penggunaan metode mengajar dalam proses kegiatan belajar-mengajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: