Air Terjun Antogan, Wisata Andalan Warga Kabat

Dulu Ramai Dikunjungi, Kini Kurang Terawat
Pada tahun 1980 sampai 1990-an, wisata air terjun Antogan di Dusun Krajan, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, merupakan salah satu ikon wisata favorit di Banyuwangi. Hampir setiap hari, lokasi tersebut selalu ramai didatangi pengunjung. Bagaimana kondisinya kini?
ABDUL AZIZ, Banyuwangi

BEBERAPA bangunan kecil dari bambu itu tampak berdiri secara berpencar di sepanjang tepi sungai Antogan. Bangunan beratap jerami tersebut, sebagian sudah tampak reot. Sebagian lagi nyaris roboh, karena terlalu lama tidak terawat.
Meski demikian, ciri khas yang menandakan bahwa bangunan tersebut dulunya adalah warung, tetap terlihat. Kursi kayu melingkar dan sebuah meja di tengahnya masih terlihat jelas. Begitu juga tempat lesehan. Meski tampak kumuh, masih bisa dibayangkan bahwa dulu deretan gubuk tersebut sering dijadikan tempat bersantai oleh pengunjung. ”Dulu tempat ini memang sangat ramai dikunjungi warga. Mereka datang ke sini untuk menikmati indahnya air terjun Antogan, yang airnya memang jernih,” kata Ardianto, tokoh pemuda setempat.
Sejak dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar pada tahun 1987, wisata air terjun Antogan memang cukup digandrungi warga. Kejernihan air dan lokasi yang masih alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk berkunjung.
Selain itu, warga sekitar yang membangun tempat tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas untuk para pengunjung. Misalnya, warung yang berdiri secara berpencar di sepanjang aliran sungai. Ada juga tempat bermain bagi anak-anak, serta lokasi perkemahan.
Satu lagi yang membuat wisata air terjun Antogan banyak dikunjungi warga pada tahun 1980-an , karena wisata kolam renang masih langka di Banyuwangi. ”Jadi, seolah-olah waktu itu Antogan ini jadi satu-satunya tempat wisata. Wisata Gumuk Klasi (di Kecamatan Singojuruh, Red), agrowisata AIL (Alam Indah Lestari di Rogojampi, Red), dan tempat wisata yang lain masih belum ada,” jelas Hamzah, 67, tokoh masyarakat Desa Bunder.
Berbagai potensi Antogan dan minimnya tempat wisata pada masa itu, membuat nama Antogan semakin dikenal dan kian dikunjungi orang. Bahkan waktu itu, pengunjung bukan hanya datang dari Kabupaten Banyuwangi. Ada juga wisatawan yang datang dari kota lain di Jawa Timur dan Bali.
Ketika musim liburan sekolah, banyak siswa dan guru yang berwisata sambil berkemah di lokasi yang sisi baratnya berbatasan dengan Kecamatan Songgon itu. ”Kalau kemah, kadang-kadang bisa sampai dua hari bahkan sampai tiga hari,” tutur Hamzah, yang juga perintis berdirinya wisata air terjun Antogan itu.
Banyaknya pengunjung yang terus membanjiri wisata berbukit tersebut, ternyata juga berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar. Selain bisa bekerja di sana, warga sekitar juga bisa berjualan di sekitar lokasi wisata. ”Lumayanlah ekonomi masyarakat sini waktu itu. Bisa terbantu dengan banyaknya pengunjung,” tutur suami Suriyah, 61, tahun tersebut.
Bukan hanya masyarakat sekitar yang terdongkrak ekonominya akibat banyaknya pengunjung wisata, pendapatan asli desa juga ikut naik. Sebab, pengelolaan wisata air terjun Antogan itu ditangani oleh pemerintah Desa Bunder. ”Pokoknya klop sudah. Masyarakat terbantu, pemerintah desa juga terbantu,” ujar bapak satu anak tersebut.
Sayangnya, sejak sekitar tahun 2000, wisata air terjun Antogan mulai kurang terawat. Jumlah pengunjung akhirnya semakin berkurang. Hal ini diduga karena persoalan kepemilikan lahan di sekitar air terjun tersebut. ”Ada yang bilang kalau lokasi tersebut bukan milik desa, tapi milik pribadi orang. Tapi nggak tahu lagi-lah. Yang jelas, sejak saat itu kondisinya menjadi kurang terawat,” jelasnya.
Lantaran kurang terawat, jumlah pengunjung pun semakin berkurang. Sejak sekitar tahun 2000, kebesaran nama wisata air terjun Antogan pun kian surut. Bahkan, namanya seolah-olah tenggelam dengan munculnya beberapa lokasi wisata baru yang terus bermunculan. ”Sebenarnya memang sangat eman. Ya, mudah-mudahan suatu saat nanti Antogan bisa kembali besar lagi,” harapnya. (bay)
Sumber Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: