Turis Asing Padati Pantai Plengkung

BANYUWANGI – Bom di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, Kuningan, Jakarta pada Jum’at lalu, ternyata tidak berpengaruh dengan kunjungan para wisatawan mancanegara (wisman) ke Pantai Plengkung yang ada di wilayah Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo.
Puluhan turis asing yang datang dari berbagai negara, saat ini tengah menghabiskan masa liburannya di lokasi wisata andalan Banyuwangi, yang lebih dikenal dengan sebutan G Land itu. Mereka, setiap hari bermain ombak tinggi dengan main selancar. “G Land? good,” cetus salah satu wisman sambil menunjukkan ibu jari saat dicegat koran ini di penyebrangan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo kemarin.
Sayangnya, wisman yang mengaku berasal dari Brasil itu enggan berkomentar soal bom yang baru terjadi di Jakarta. Bersama belasan wisman lainnya, mereka langsung menghindar dan menuju mobil penjemputan yang sudah menunggu di Pantai Klampok, Grajagan. “Tamu-tamu (wisman) ini, tidak mau kalau ditanya soal bom, karena mereka itu ingin yang santai-santai,” cetus Ainur Rofiq, kepala penyebrangan Grajagan-Plengkung.
Menurut Rofiq, ledakan bom di Jakarta yang terjadi pada Jum’at pagi lalu itu, tidak berpengaruh sama sekali dengan kunjungan wisman ke Plengkung. Saat bom itu terjadi, terang dia, 12 wisman yang baru dijemput ini berada di pantai yang ada di tengah hutan kawasan balai taman nasional Alas Purwo (TNAP) itu. “Meski ada di Plengkung, mereka itu juga tahu kok kalau ada bom,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, Wisman yang ada di Plengkung mencapai puluhan orang. Meski ada bom, tidak ada satupun dari wisman yang mempersingkat kunjungannya di G Land. Bahkan, jumlahnya malah semakin banyak. “Saat ini ombak di G Land sangat bagus, jadi tamu yang datang juga semakin banyak,” ujarnya.
Ditemui koran ini usai menjemput para tamu asing, Rofiq mengungkapkan, kunjungan wisman ke Pantai Plengkung ini selama ini masih stabil. Beberapa kali bom yang terjadi di Jakarta, tidak pernah berpengaruh. “Kalau bom yang terjadi di Bali beberapa tahun lalu, itu sangat berpengaruh,” ungkapnya.
Sebelum menjemput belasan tamu asing yang datang dari Hawai dan Brasil ini, Rofiq mengaku baru mengantar 30 wisman ke Plengkung. Karena jumlahnya yang cukup banyak itu, para tamu ini terpaksa diangkut speedboat hingga dua kali. “Sehari ini (kemarin), saya dua kali mengantar tamu ke Plengkung,” paparnya.
Para tamu yang datang ini, lanjut dia, berasal dari beberapa negara seperti Amerika, Peru, Brasil, dan Australia. Mereka ini, rencananya akan tinggal di G Land hingga sepekan mendatang. “Wisman yang ke Plengkung lewat darat, atau lewat laut dengan jalur Kuta-Plengkung, sekarang juga banyak,” jlentrehnya. (abi)
Sumber Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: